Incinerator Sampah Menjadi Solusi Penanganan Limbah yang Efisien

incinerator sampah

Sampah menjadi masalah yang sangat serius. Bahkan sampah menjadi alasan utama pencemaran lingkungan seperti kontaminasi mikroplastik, kematian flora dan fauna hingga banjir.

Guna mengatasi masalah tersebut, mengurangi penumpukan sampah bisa menjadi solusi. Dan salah satu cara yang paling populer adalah incinerator sampah, yakni alat daur ulang sampah dengan membakar di suhu yang sangat tinggi.

Alat pembakar sampah mampu membakar limbah padat seperti plastik, limbah B3 dan sampah residu. Biasanya rumah sakit menggunakan sistem ini untuk mengolah limbah padat yang diproduksi. Namun, incinerator juga banyak digunakan di beberapa kawasan industri bahkan perumahan.

Ada beberapa alasan mengapa incinerator sampah menjadi pilihan untuk mengatasi masalah limbah ini, Yakni:

1. Tidak diperlukan lahan besar,

2. Mudah dalam pengoperasian;

3. Hemat energi, minyak tanag;

4. Temperatur tidak terlalu tinggi (800-1.1000 c)

5. Tidak terdapat asap sisa pembakaran yang mencemari lingkungan

6. Tidak bising dan kemasan kompak per unit

7. Tidak menimbulkan panas pada tabung pembakar

8. Sisa abu dapat dimanfaatkan menjadi produksi batu bata/bataco

Dalam proses incinerator sampah, ada 4 tahapan yang harus dilalui. Apa saja itu?

incinerator sampah

1. Pre-treatment

Di tahap ini, jika menggunakan incinerator fluidized bed, maka sampah dipilah dulu. Alat ini memang mengharuskan pengguna untuk menghitung kalori sampah yang akan diproses.

Sementara jika menggunakan incinerator movable grate, pengguna tidak mengharuskan melakukan proses pemilihan sampah. Namun, alat ini mengharuskan sampah yang akan dimasukan untuk dicacah terlebih dulu.

2. Pembakaran

Setelah melalui tahap pertama, maka selanjutnya sampah akan dibakar dengan suhu sekitar 850 derajat celcius. Proses ini menghasilkan energi panas dan abu bawah.

Baca juga  Peningkatan Akses Listrik di Pedesaan Melalui Pengembangan PLTS di Indonesia

3. Pemulihan energi

energi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran harus diturunkan suhunya menggunakan boiler. Nah, dalam proses ini akan menghasilkan panas, listrik dan uap yang bisa dijadikan sumber energi.

4. Penanganan gas buang

Ini adalah proses terakhir untuk menangani masalah gas yang dihasilkan oleh pembakaran. Proses ini sangat penting karena gas ini mengandung zat yang sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Karena itu, alat incinerator modern biasanya dilengkapi dengan teknologi pengolahan zat buang untuk meminimalisir pencemaran udara. Teknologi yang digunakan adalah Air Pollution Control system (APC System).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *