Absennya Naruto di Boruto: Two Blue Vortex Bikin Konoha Lebih Baik

karakter terkuat Naruto

Saat Boruto: Two Blue Vortex menghapus Naruto dari cerita utama, banyak perubahan besar yang terjadi di Konoha. Kawaki memanfaatkan Eida untuk menulis ulang kenyataan. Membuat orang mengira ia adalah putra Naruto dan Boruto membunuh Hokage.

Ini menciptakan periode baru dengan Kawaki sebagai “pangeran” Konoha, menjalankan desa sambil menyembunyikan bagaimana dia menyimpan Naruto dan Hinata di dimensi rahasia.

Boruto: Two Blue Vortex menceritakan kisah tiga tahun kemudian, dengan para ninja Konoha mencoba membunuh Boruto. Militer juga memburu Sasuke, yang membelot untuk membimbing dan melindungi Boruto.

Namun, seiring berjalannya waktu ada beberapa fakta mulai terungkap. Hal ini membuat banyak orang berasumsi bahwa Konoha akan berada dalam keadaan berantakan. Padahal faktanya keadaannya lebih baik dalam hal keteraturan dan struktur.

Boruto: Two Blue Vortex Menyoroti Cacat Era Naruto

Sekarang, kita harus memahami jalan yang dilalui Naruto. Dia melihat banyak kematian dan kehancuran saat masih kecil. Itu sebabnya dia tidak ingin terlalu cepat menjerumuskan anak-anak ke dalam kehidupan perang. Dia melihat bagaimana hal itu menghancurkan Sasuke, mengubah sahabatnya melawan Konoha karena kehilangan Klan Uchiha.

Hal ini membuat Kawaki memastikan Konoha memiliki satu tujuan utama: bekerja ekstra sebagai pasukan terpadu. Tidak peduli siapa musuhnya. Kawaki memiliki Hokage baru, Shikamaru , membuat generasi muda lebih agresif, proaktif, dan pasukan yang mengikuti logika dan bukti, bukan emosi.

Seri Ini Menunjukkan Kekuatan Kawaki

Meski demikian, bukan berarti Naruto pemimpin yang buruk. Dia mewariskan kebijaksanaan, kasih sayang, dan empati. Itu sebabnya Konohamaru ingin menjadi Hokage, begitu pula Mirai dan Sarada. Namun di alam semesta ini, dibutuhkan sesuatu yang lebih dari sekedar kehangatan.

Baca juga  5 Shinobi Terkuat Naruto yang Masih Hidup Setelah Perang Ninja Besar Keempat

Kelemahan Naruto adalah alasan mengapa alien menyerbu dan menyebabkan begitu banyak masalah. Naruto dan pasukannya tidak dapat merasakan Momoshiki, Kinshiki, Urashiki, dan Toneri. Belum lagi, mereka tidak memberikan respon saat Ishhiki dan Kara memburu mereka.

Semua penjahat ini menggunakan impian perdamaian Naruto demi keuntungan mereka. Namun, Kawaki memahami bahwa perang dan kejahatan diperlukan. Dengan begitu, Naruto bisa mengasah kekuatan para shinobi di era damainya.

Pada akhirnya, ini semua tentang keadaan. Kawaki memiliki fokus yang efisien, sehingga ia dapat mengalokasikan dan mendedikasikan seluruh sumber daya secara efisien. Mengingat dia adalah seorang tentara anak-anak, dia memahami peran yang dimainkan anak-anak.

Para shinobi ini sangat kuat, jadi dia tidak bisa menyia-nyiakannya. Itu adalah sikap yang tidak akan pernah dilakukan oleh Naruto. Tapi Kawaki tidak peduli. Dia memiliki rumah baru dan keluarga baru dan tidak keberatan mempertaruhkan generasi mudanya untuk menyelamatkan keadaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar