Ini Alasan Mengapa Banyak Pahlawan Marvel tak Memiliki Sidekicks Alias sahabat Karib Layaknya DC

Sidekicks alias sahabat karib menjadi salah satu hal lumrah di DC Comics dibandingkan Marvel. Contohnya saja salah satu superhero DC paling terkenal Batman yang mengajak Robin sebagai sidekicksnya.

Setelah Robin muncul bersama Batman di Komik Detektif #38, penerbit komik melihat kesuksesan sahabat karib remaja. Konsep tersebut kemudian ditiru dan membuat banyak superhero memiliki sidekicks.

Kid Flash, Jimmy Olsen dan Bucky Barnes menjadi contoh sidekicks yang ikut bertempur bersama mentor mereka sepanjang tahun 40-an dan 50-an.

Kemudian ketika Zaman Perak Komik dimulai, semakin banyak kid sidekick yang diciptakan, terutama dalam serial milik DC Comics.

Stan Lee Sangat Benci Sidekicks Remaja

Namun, Marvel Universe hampir sama sekali tidak memiliki pendamping superhero. Hal ini lantaran Stan Lee memang menginginkan seperti itu. Bahkan ia dengan senang hati membunuh karakter kid sidekicks ataupun teen sidekicks jika mendapat kesempatan di dalam cerita.

Jim Hammond, Human Torch pertama (tak ada hubungannya dengan Johnny Storm) pernah menyerang bersama sidekicksnya Toro. Namun saat Stan Lee mengambil alih cerita tersebut, ia membunh Toro di Sub-Mariner Vol. 1 #14 .

Salah satu karakter sidekicks remaja yang paling dibenci Stan Lee adalah Bucky Barner. Menurutnya karakter tersebut akan selalu mengganggu Captain America setiap melakukan pekerjaan pahlawannya.

“Saya selalu membayangkan jika saya seorang pahlawan super,” kata Lee dalam wawancara tahun 2005 dengan Evan Jacobs dari Movieweb.com.

DC Mengakui Jika Sidekicks Remaja Menimbulkan Masalah

The Other History of the DC Universe #5 mengungkapkan bahwa DC sebenarnya setuju dengan Lee. Dalam buku tersebut mengungkapkan sidekicks lebih banyak menimbulkan masalah kedepannya.

Baca juga  Karakter Marvel Terkuat yang Belum Terlihat di MCU

Dibuat oleh tim John Ridley, Giuseppe Camuncoli, Andrea Cucchi, José Villarrubia, dan Steve Wands, The Other History of the DC Universe #5 menampilkan asal usul dan kisah hidup Anissa Pierce yang dikenal sebagai Thunder.

Saat berada di tim superhero, Anissa Pierce belajar banyak tentang rekan satu timnya. Ia menyadari bahwa sebagian besar sidekick, termasuk Robins berakhir dengan banyak masalah tambahan dari orangtua atau mentor mereka.

Kebencian Stan Lee Terhadap Sidekicks Akhirnya Menciptakan Spider-Man

Kebencian Lee terhadap sidekick adalah salah satu alasan di balik pembuatan Spider-Man, salah satu karakter superhero Marvel paling populer sejak penciptaannya.

“Saya benci remaja dalam komik karena mereka selalu menjadi sidekick. Tapi saya pikir menarik untuk menjadikan remaja sebagai pahlawan. Apa yang akan terjadi jika seorang anak remaja mendapatkan kekuatan?,” kata Stan Lee.

Setelah melontarkan ide tersebut, penerbitnya menegur Lee, dengan mengatakan bahwa remaja hanya bisa menjadi sidekicks. Namun teguran itu terbantahkan

Amazing Fantasy #15, edisi debut Spider-Man, terjual dengan sangat baik dan membuka jalan bagi Spider-Man untuk menjadi ikon komik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar